Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Rasulullah ﷺ Mengajarkan Mengelola Amarah


 Amarah adalah fitrah manusia yang tidak bisa dihindari. Namun dalam Islam, amarah tidak dibiarkan menguasai diri hingga melahirkan ucapan dan perbuatan yang merusak. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa kekuatan sejati seorang Muslim bukan terletak pada besarnya tenaga atau keberanian, melainkan pada kemampuannya mengendalikan emosi, terutama saat marah.

Salah satu ajaran utama Rasulullah ﷺ dalam mengelola amarah adalah menahan diri. Beliau bersabda bahwa orang yang kuat bukanlah yang mampu mengalahkan orang lain, tetapi yang mampu menguasai dirinya ketika marah. Nasihat ini menunjukkan bahwa pengendalian emosi adalah bentuk kematangan iman dan akhlak yang tinggi.

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan agar diam saat marah. Dengan menahan lisan, seseorang terhindar dari perkataan kasar, dusta, atau ucapan yang dapat melukai hati orang lain. Diam bukan tanda kalah, melainkan bentuk kebijaksanaan dalam menjaga kehormatan diri dan akhlak.

Selain itu, Nabi ﷺ menganjurkan untuk mengingat Allah ketika amarah muncul. Membaca ta’awudz dan berdzikir membantu menenangkan hati, karena amarah sering kali datang dari bisikan setan. Dengan mengingat Allah, hati kembali tenang dan pikiran menjadi lebih jernih.

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan cara praktis untuk meredakan amarah dengan mengubah posisi tubuh. Jika marah dalam keadaan berdiri, dianjurkan untuk duduk, dan jika masih belum reda, berbaring. Cara sederhana ini membantu menurunkan ketegangan dan memberi jeda agar emosi tidak meledak.

Lebih dari itu, Rasulullah ﷺ mencontohkan kelembutan dan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari. Beliau tidak membalas keburukan dengan keburukan, melainkan dengan sikap pemaaf dan penuh kasih sayang. Keteladanan ini menjadi pelajaran bahwa mengelola amarah bukan hanya tentang menahan emosi, tetapi juga tentang memilih akhlak terbaik dalam setiap keadaan.

Dengan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ dalam mengelola amarah, seorang Muslim akan lebih mampu menjaga hubungan dengan sesama, memperindah akhlak, dan mendekatkan diri kepada ridha Allah ﷻ. Semoga kita dimudahkan untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.

Lokasi Kami