Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kebahagiaan Orang Tua Terletak pada Keshalihan Anak

Setiap orang tua tentu mendambakan kebahagiaan dalam hidupnya. Banyak yang mengira kebahagiaan itu terletak pada keberhasilan anak dalam pendidikan, karier, atau kelimpahan harta. Namun dalam pandangan Islam, kebahagiaan sejati orang tua tidak hanya diukur dari keberhasilan duniawi, melainkan dari keshalihan anak yang tumbuh dalam iman, akhlak, dan ketaatan kepada Allah ﷻ.

Anak yang shalih merupakan anugerah yang sangat berharga. Keshalihan tidak hanya tercermin dari rajinnya ibadah, tetapi juga dari akhlak yang baik, tutur kata yang santun, serta sikap hormat dan bakti kepada kedua orang tua. Ketika seorang anak menjaga shalatnya, berusaha berkata jujur, dan menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang agama, maka di situlah hati orang tua merasakan ketenangan dan kebahagiaan yang mendalam. Kebahagiaan ini tidak dapat dibeli dengan harta, dan tidak dapat digantikan oleh prestasi apa pun.

Dalam kehidupan sehari-hari, anak shalih menjadi penyejuk mata bagi orang tuanya. Ia tumbuh menjadi pribadi yang membawa ketenteraman di rumah, menjaga adab dalam pergaulan, serta menghormati orang tua dengan penuh kasih sayang. Orang tua merasa bangga, bukan karena ingin dipuji manusia, tetapi karena melihat anaknya berjalan di jalan yang lurus dan diridhai Allah. Kebanggaan ini melahirkan rasa syukur yang tulus kepada Allah ﷻ.

Lebih dari itu, keshalihan anak juga menjadi bekal akhirat bagi orang tua. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila seorang manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa anak shalih bukan hanya kebahagiaan di dunia, tetapi juga menjadi amal yang pahalanya terus mengalir bagi orang tua setelah wafat. Doa-doa yang dipanjatkan anak shalih menjadi cahaya dan penolong bagi kedua orang tuanya di alam kubur dan akhirat kelak.

Mendidik anak agar menjadi shalih tentu membutuhkan proses panjang. Ia memerlukan kesabaran, keteladanan, serta doa yang tidak pernah putus. Orang tua dituntut untuk menjadi contoh dalam ibadah dan akhlak, karena anak belajar lebih banyak dari apa yang ia lihat dibandingkan apa yang ia dengar. Lingkungan yang baik dan pendidikan yang benar juga sangat berperan dalam membentuk keshalihan anak.

Pada akhirnya, kebahagiaan orang tua sejati terletak pada melihat anaknya dekat dengan Allah, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama. Anak shalih adalah hadiah terindah dari Allah ﷻ, hadiah yang nilainya jauh melebihi harta dan kedudukan. Semoga Allah menjadikan anak-anak kita generasi yang shalih dan shalihah, serta penyejuk hati bagi orang tua di dunia dan akhirat. Aamiin.

Lokasi Kami