Hikmah Membaca Al-Qur’an secara Istiqamah
Hikmah pertama dari membaca Al-Qur’an secara istiqamah adalah ketenangan hati. Banyak kegelisahan hidup bersumber dari hati yang jauh dari petunjuk Allah. Ketika Al-Qur’an dibaca setiap hari, meskipun hanya beberapa ayat, hati akan perlahan menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan jiwa terasa lebih terarah. Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi juga penawar bagi luka batin yang sering tidak disadari.
Hikmah berikutnya adalah terjaganya iman. Iman manusia bersifat naik dan turun. Dengan membaca Al-Qur’an secara rutin, iman akan terus disirami dan dikuatkan. Ayat demi ayat yang dibaca mengingatkan kembali tujuan hidup, hakikat dunia, serta janji dan peringatan Allah. Dari sinilah seorang Muslim akan lebih mudah menjaga sikap, ucapan, dan perbuatannya agar tetap berada di jalan yang diridhai Allah.
Istiqamah membaca Al-Qur’an juga membentuk akhlak yang lebih baik. Al-Qur’an mengajarkan kesabaran, kejujuran, rendah hati, serta kepedulian terhadap sesama. Ketika ayat-ayat Allah sering dilantunkan, pesan-pesan tersebut akan meresap ke dalam hati dan tercermin dalam perilaku sehari-hari. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa akhlak yang mulia tumbuh dari interaksi yang dekat dengan Al-Qur’an.
Selain itu, membaca Al-Qur’an secara istiqamah melatih disiplin dan keistiqamahan hidup. Meluangkan waktu khusus setiap hari untuk Al-Qur’an melatih seseorang agar konsisten dan bertanggung jawab terhadap waktu. Kebiasaan baik ini akan berdampak pada aspek kehidupan lain, seperti ibadah, belajar, dan bekerja.
Allah ﷻ berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”(QS. Ar-Ra’d: 28)
Ayat ini menegaskan bahwa ketenangan sejati tidak bersumber dari materi, jabatan, atau pujian manusia, melainkan dari kedekatan dengan Allah, salah satunya melalui membaca Al-Qur’an secara istiqamah.
Pada akhirnya, istiqamah membaca Al-Qur’an adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran dan keikhlasan. Tidak perlu menunggu waktu luang atau kondisi sempurna. Justru dengan membiasakan diri bersama Al-Qur’an setiap hari, seorang Muslim sedang menanam cahaya dalam hatinya, yang kelak akan menerangi langkah hidupnya di dunia dan akhirat.
