Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa Kita Sering Merasa Gelisah?


 Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang merasakan kegelisahan tanpa benar-benar memahami penyebabnya. Hati terasa tidak tenang, pikiran penuh beban, dan hidup seakan kehilangan arah. Padahal secara lahiriah mungkin tidak kekurangan apa-apa. Inilah yang menunjukkan bahwa ketenangan sejati bukan hanya tentang materi atau keadaan dunia, tetapi tentang kondisi hati dan hubungan manusia dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Salah satu penyebab utama kegelisahan adalah jauhnya hati dari mengingat Allah. Ketika manusia terlalu sibuk mengejar dunia, memikirkan urusan yang tidak ada habisnya, namun melupakan hubungan dengan Rabb-nya, maka hati akan terasa kosong. Allah telah menjelaskan dalam Al-Qur’an:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini menegaskan bahwa ketenangan hati tidak akan benar-benar didapatkan kecuali dengan dzikir dan kedekatan kepada Allah. Dunia mungkin memberikan kesenangan sementara, tetapi tidak selalu mampu memberikan ketenteraman jiwa.

Selain itu, kegelisahan juga muncul karena terlalu banyak memikirkan hal yang belum tentu terjadi. Manusia sering merasa takut terhadap masa depan, khawatir terhadap rezeki, pekerjaan, atau kehidupan yang belum pasti. Padahal Allah telah menjamin bahwa setiap makhluk memiliki rezekinya masing-masing.

Kegelisahan juga bisa datang dari dosa dan maksiat yang dilakukan terus-menerus. Dosa membuat hati menjadi sempit dan jauh dari cahaya iman. Semakin banyak dosa tanpa taubat, semakin sulit hati merasakan ketenangan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya jika seorang hamba melakukan dosa, maka akan muncul titik hitam di hatinya…”
(HR. Tirmidzi)

Karena itu, memperbanyak istighfar dan taubat menjadi salah satu cara penting untuk mengobati kegelisahan hati.

Selain faktor spiritual, kegelisahan juga sering muncul karena membandingkan hidup dengan orang lain. Melihat kebahagiaan, pencapaian, dan kehidupan orang lain secara berlebihan dapat membuat seseorang lupa bersyukur atas nikmat yang dimilikinya sendiri.

Lalu, bagaimana cara mengatasi kegelisahan?

Pertama, mendekatkan diri kepada Allah melalui shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an.
Kedua, memperbanyak doa dan tawakal, menyerahkan segala urusan kepada Allah.
Ketiga, bersyukur atas nikmat yang dimiliki, sekecil apa pun itu.
Keempat, mengurangi overthinking terhadap masa depan, karena Allah adalah sebaik-baik pengatur kehidupan.
Kelima, menjaga lingkungan dan aktivitas yang membawa ketenangan, bukan yang menambah kecemasan.

Allah berfirman:

“Barangsiapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkan keperluannya.”
(QS. At-Talaq: 3)

Pada akhirnya, kegelisahan adalah bagian dari ujian hidup manusia. Namun hati yang dekat dengan Allah akan lebih kuat dan lebih tenang dalam menghadapinya. Ketika hubungan dengan Allah diperbaiki, maka perlahan hati akan menemukan ketenteraman yang selama ini dicari.

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa menjaga hati, memperbanyak dzikir, dan selalu kembali kepada Allah dalam setiap keadaan, sehingga hidup menjadi lebih tenang dan penuh keberkahan.

Lokasi Kami