Keutamaan 10 Hari Pertama Ramadhan
“Awal Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.” (HR. Al-Baihaqi).
Hadits ini menjadi isyarat bahwa fase awal Ramadhan adalah waktu turunnya kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam ibadah.
Selain itu, Rasulullah ﷺ juga bersabda dalam hadits riwayat Abu Hurairah:
“Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim).
Hadits ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan Ramadhan secara umum, dan sepuluh hari pertama menjadi gerbang awal turunnya rahmat tersebut. Allah memudahkan jalan kebaikan dan memberikan peluang besar untuk memperbaiki diri.
Allah Ta’ala juga berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama Ramadhan adalah membentuk ketakwaan. Maka, sepuluh hari pertama adalah masa pembentukan—melatih kesabaran, menguatkan niat, serta membangun kebiasaan ibadah yang lebih baik.
Rasulullah ﷺ sendiri memberi teladan dengan memperbanyak amal kebaikan di bulan ini. Dalam riwayat Abdullah bin Abbas disebutkan:
“Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim).
Ini menunjukkan bahwa sejak awal Ramadhan, beliau sudah meningkatkan kualitas dan kuantitas amalnya.
Karena itu, sepuluh hari pertama Ramadhan hendaknya kita isi dengan kesungguhan: memperbaiki shalat, memperbanyak tilawah, memperbanyak doa, serta memperluas sedekah. Jangan biarkan fase rahmat ini berlalu tanpa perubahan dalam diri. Semoga kita termasuk hamba yang mendapatkan limpahan rahmat Allah di awal Ramadhan dan mampu istiqamah hingga akhirnya.
