Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bahaya Hasad dalam Kehidupan


 Hasad atau iri hati adalah salah satu penyakit hati yang paling berbahaya dalam kehidupan seorang Muslim. Hasad bukan sekadar keinginan memiliki apa yang dimiliki orang lain, tetapi keinginan agar nikmat tersebut hilang dari dirinya. Perasaan ini seringkali muncul diam-diam, tumbuh perlahan, lalu merusak ketenangan hati tanpa disadari.

Bahaya pertama dari hasad adalah merusak hati pelakunya sendiri. Orang yang hasad sulit merasakan bahagia. Ia tidak tenang melihat kebahagiaan orang lain, tidak lapang melihat keberhasilan saudaranya, dan selalu membandingkan dirinya dengan orang lain. Akibatnya, hidup terasa sempit dan penuh kegelisahan. Padahal, nikmat Allah sangat luas dan telah dibagikan sesuai dengan hikmah-Nya.

Hasad juga dapat menghancurkan hubungan persaudaraan. Persahabatan yang awalnya baik bisa retak hanya karena iri hati. Lingkungan yang semula harmonis bisa berubah menjadi penuh prasangka dan kebencian. Islam sangat menekankan pentingnya ukhuwah dan saling mendoakan kebaikan, bukan saling menjatuhkan karena iri terhadap kelebihan orang lain.

Rasulullah ﷺ mengingatkan tentang bahaya hasad dalam sabdanya:

“Jauhilah hasad, karena hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”
(HR. Abu Dawud)

Hadits ini menunjukkan bahwa hasad tidak hanya berdampak pada hubungan sosial, tetapi juga menggerogoti pahala amal kebaikan yang telah dikumpulkan. Seseorang bisa saja rajin beribadah, tetapi jika hatinya dipenuhi iri dan dengki, maka kebaikan itu terancam hilang.

Selain itu, hasad menunjukkan kurangnya rasa syukur terhadap nikmat yang telah Allah berikan. Setiap orang memiliki rezeki, kelebihan, dan ujian yang berbeda. Ketika seseorang sibuk melihat nikmat orang lain, ia sering lupa mensyukuri nikmat yang ada pada dirinya sendiri. Padahal, syukur adalah kunci bertambahnya nikmat.

Untuk menghindari hasad, seorang Muslim perlu melatih hati dengan bersyukur, berdoa untuk kebaikan orang lain, dan meyakini bahwa Allah Maha Adil dalam membagi rezeki. Jika melihat keberhasilan orang lain, ubahlah rasa iri menjadi motivasi dan doa. Mintalah kepada Allah agar diberikan kebaikan yang sama atau lebih baik tanpa berharap nikmat itu hilang dari orang lain.

Hasad adalah api kecil yang jika tidak segera dipadamkan akan membakar kedamaian hati dan merusak amal. Maka jagalah hati, bersihkan niat, dan tanamkan rasa syukur. Dengan hati yang bersih dari iri dan dengki, hidup akan terasa lebih tenang, lapang, dan penuh keberkahan.

Lokasi Kami