Mengapa Hati Kita Mudah Gelisah?
Dalam pandangan Islam, kegelisahan hati sering kali disebabkan oleh jauhnya seseorang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hati yang tidak terhubung dengan Sang Pencipta akan mudah kosong dan tidak memiliki sandaran. Ketika manusia terlalu sibuk dengan urusan dunia, namun melupakan dzikir dan ibadah, maka hatinya akan kehilangan ketenangan.
Allah berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”(QS. Ar-Ra’d: 28)
Ayat ini menjelaskan bahwa ketenangan sejati hanya bisa didapatkan dengan mengingat Allah. Tanpa dzikir, hati akan mudah diliputi kegelisahan, karena ia tidak mendapatkan “asupan” spiritual yang dibutuhkan.
Selain itu, terlalu bergantung pada dunia juga menjadi penyebab utama kegelisahan. Ketika kebahagiaan diukur dari harta, jabatan, atau pencapaian duniawi, maka hati akan selalu merasa kurang. Apa yang dimiliki terasa belum cukup, dan apa yang diinginkan belum tercapai. Inilah yang membuat hati tidak pernah benar-benar tenang.
Faktor lainnya adalah banyaknya dosa yang dilakukan. Dosa dapat menggelapkan hati dan menjauhkan seseorang dari rahmat Allah. Hati yang dipenuhi dosa akan sulit merasakan ketenangan, bahkan dalam kondisi yang sebenarnya baik. Sebaliknya, hati yang bersih akan lebih mudah merasakan kedamaian.
Tidak hanya itu, kurangnya tawakal kepada Allah juga membuat hati gelisah. Ketika seseorang terlalu mengandalkan dirinya sendiri dan melupakan bahwa segala sesuatu berada dalam kendali Allah, maka ia akan mudah cemas terhadap masa depan dan takut menghadapi ketidakpastian.
Allah berfirman:
“Barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).”(QS. At-Talaq: 3)
Ayat ini mengajarkan bahwa dengan bertawakal, seseorang akan merasa cukup dan lebih tenang karena menyerahkan urusannya kepada Allah.
Lalu, bagaimana cara mengatasi kegelisahan hati?
Pada akhirnya, kegelisahan adalah sinyal bahwa hati membutuhkan kedekatan dengan Allah. Semakin dekat seseorang dengan-Nya, maka semakin tenang pula hatinya. Sebaliknya, semakin jauh, maka kegelisahan akan semakin terasa.
Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu menjaga hati dengan selalu mengingat Allah, sehingga hidup terasa lebih tenang, damai, dan penuh keberkahan.
