Menyelami Makna Isra’ Mi’raj Rasulullah ﷺ
Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan salah satu kejadian paling agung dalam sejarah Islam. Melalui peristiwa ini, Allah SWT memperjalankan Rasulullah ﷺ dalam satu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian dinaikkan ke langit hingga Sidratul Muntaha. Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan luar biasa, tetapi mengandung pesan mendalam tentang keimanan, ketaatan, dan hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.
Peristiwa ini terjadi pada masa yang penuh ujian bagi Rasulullah ﷺ. Beliau menghadapi penolakan, tekanan, dan kesedihan yang berat. Namun, justru di tengah kondisi tersebut, Allah SWT memberikan penghiburan dan penguatan iman melalui Isra’ Mi’raj. Hal ini mengajarkan bahwa di balik kesulitan selalu ada pertolongan dan kasih sayang Allah bagi hamba-Nya yang sabar dan istiqamah.
Makna utama dari Isra’ Mi’raj adalah perintah shalat lima waktu. Shalat menjadi bukti langsung hubungan seorang hamba dengan Allah SWT. Berbeda dengan ibadah lainnya, perintah shalat disampaikan langsung kepada Rasulullah ﷺ tanpa perantara, menunjukkan betapa agung dan pentingnya shalat dalam kehidupan seorang Muslim. Shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi sarana untuk membersihkan jiwa, menenangkan hati, dan menjaga diri dari perbuatan yang tercela.
Peristiwa Isra’ Mi’raj juga mengajarkan tentang keimanan kepada perkara gaib. Banyak orang Quraisy meragukan kisah ini karena keterbatasan akal mereka. Namun, bagi orang-orang yang beriman, kebenaran datang dari Allah dan Rasul-Nya. Keimanan sejati tidak hanya bergantung pada apa yang dapat dijangkau oleh logika, tetapi juga pada keyakinan kepada kekuasaan Allah SWT yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Allah SWT berfirman:
“Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami.”(QS. Al-Isra’: 1)
Ayat ini menegaskan bahwa Isra’ Mi’raj adalah tanda kebesaran Allah dan bukti kemuliaan Rasulullah ﷺ sebagai utusan-Nya.
Sebagai umat Islam, memperingati Isra’ Mi’raj bukan hanya mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah, terutama shalat. Dengan memahami maknanya, diharapkan setiap Muslim mampu menjadikan Isra’ Mi’raj sebagai penguat iman dan dorongan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
