5 Amalan Menjelang Maulid Nabi Muhammad ﷺ yang Penuh Keberkahan
Tidak perlu menunggu memiliki harta yang banyak. Sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan. Bahkan membantu orang lain dengan tenaga dan memberikan kebaikan melalui ucapan juga merupakan bentuk kepedulian.
5. Berusaha Meneladani Akhlak Rasulullah ﷺ
Inilah salah satu hal terpenting dalam mengisi momentum Maulid.
Mengenal Rasulullah ﷺ tidak cukup hanya dengan membaca kisah beliau. Kecintaan kepada Rasulullah ﷺ seharusnya mendorong kita untuk mengikuti akhlak dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
"Sungguh, pada diri Rasulullah benar-benar terdapat suri teladan yang baik bagi kalian."
(QS. Al-Ahzab: 21)
Cobalah mulai dari hal-hal sederhana. Menjaga kejujuran, menghormati orang tua, menyayangi anak-anak, menjaga ucapan, tidak mudah marah, membantu orang lain, menepati janji, dan berusaha menjadi pribadi yang amanah.
Jika setelah mengikuti kegiatan Maulid seseorang menjadi lebih baik akhlaknya, lebih rajin beribadah, dan semakin mencintai Rasulullah ﷺ, maka momentum tersebut telah memberikan pengaruh yang baik dalam kehidupannya.
Maulid sebagai Momentum Memperbaiki Diri
Ada satu hal menarik yang dapat kita renungkan. Ketika Rasulullah ﷺ ditanya mengenai puasa hari Senin, beliau menjelaskan bahwa hari tersebut adalah hari ketika beliau dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadanya.
Hal ini menunjukkan bahwa mengingat nikmat kelahiran Rasulullah ﷺ dapat dikaitkan dengan bentuk ibadah dan rasa syukur kepada Allah.
Karena itu, momentum Maulid sebaiknya tidak berhenti pada kemeriahan acara. Jadikanlah kesempatan tersebut sebagai waktu untuk bertanya kepada diri sendiri: sudah seberapa jauh kita mengenal Rasulullah ﷺ dan sudah seberapa banyak akhlak beliau yang kita terapkan dalam kehidupan?
Jika selama ini kita masih mudah marah, mari belajar menahan amarah. Jika masih sering berkata kasar, mari belajar menjaga lisan. Jika masih lalai dalam beribadah, mari mulai memperbaikinya. Dan jika selama ini kita jarang membaca shalawat, mari membiasakannya sedikit demi sedikit.
Sebab, kecintaan kepada Rasulullah ﷺ bukan hanya tentang seberapa sering kita menyebut namanya, tetapi juga tentang seberapa sungguh-sungguh kita berusaha mengikuti jalan yang beliau ajarkan.
Semoga momentum Maulid Nabi Muhammad ﷺ menjadi pengingat bagi kita untuk kembali memperkuat iman, memperbanyak shalawat, mempelajari sirah Rasulullah ﷺ, memperbanyak amal kebaikan, serta menjadikan akhlak beliau sebagai teladan dalam kehidupan.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menanamkan kecintaan yang kuat kepada Rasulullah ﷺ di dalam hati kita, memberikan kemampuan untuk mengikuti sunnahnya, dan mengumpulkan kita bersama beliau di akhirat kelak.
Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad. Aamiin.
