Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Profil Ning Hj. Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua KPAI dan Ketua Umum Fatayat & Dzurriyah KH. Bisyri Syansuri yang kini telah Berpulang


 Kabar duka datang dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat sekaligus Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Hj Margaret Aliyatul Maimunah meninggal dunia pada Minggu (1/3/2026). 

Pofil Hj Margaret Aliyatul Maimunah

Perempuan yang biasa disapa Ning Liya itu adalah putri dari KH Mohammad Faruq sekaligus cucu dari  pendiri NU KH Bisri Syansuri.  

Ia mrupakan ketua umum PP Fatayat NU masa khidmat 2022-2027 yang terpilih secara aklamasi dalam Kongres ke-16 Fatayat Nahdlatul Ulama yang digelar di Palembang pada 2022.

Dalam forum tersebut, perempuan yang akrab disapa Liya ini memperoleh dukungan mayoritas delegasi dari pimpinan wilayah dan cabang Fatayat NU se-Indonesia.

Sejak kecil, Liya menempuh pendidikan di Pesantren Denanyar, Jombang, Jawa Timur, mulai dari tingkat MI, MTs, hingga MAN.

Setelah lulus, ia melanjutkan studi di IAIN Sunan Ampel Surabaya yang kini menjadi UIN Sunan Ampel Surabaya. Ia kemudian menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia dengan mengambil Program Studi Kajian Wanita.

Aktif berorganisasi sejak muda

Minat Liya terhadap dunia organisasi sudah terlihat sejak usia muda. Saat masih bersekolah, ia aktif dalam berbagai kegiatan seperti OSIS, Pramuka, hingga olahraga.

Ia juga aktif di Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur sebagai anggota bidang minat dan bakat pada 1999-2001 dan Bendahara II pada 2001-2002.

Karier organisasinya berlanjut saat dipercaya menjadi Sekretaris Umum PP IPPNU periode 2006-2009. Selanjutnya, Liya menjabat Ketua Umum PP IPPNU pada 2009z2012.

Saat memimpin organisasi pelajar perempuan NU tersebut, ia menginisiasi sejumlah program, di antaranya Laskar Pelajar Putri Anti Narkoba, Anti Pornografi, Anti Radikalisme, dan Anti Kekerasan, Rumah Pelajar, serta Sekolah Kebangsaan Pelajar.

Setelah itu, ia aktif di Fatayat NU dengan menjabat Wakil Koordinator Bidang Ekonomi PP Fatayat NU pada 2009-2015 dan Sekretaris Umum pada 2015-2020.

Setelah menyelesaikan studi di Universitas Indonesia, ia bergabung dengan Women Research Institute.

Sejak masa kuliah, Liya aktif melakukan berbagai penelitian terkait perempuan dan anak, termasuk kajian tentang perempuan di pesantren yang dipoligami, pekerja perempuan di salon spa di Jakarta, hingga perempuan penderita HIV.

Selain meneliti, ia juga aktif menulis artikel dan buku mengenai isu perempuan. Salah satu artikelnya berjudul “Analisa Undang-Undang Ketenagakerjaan kaitannya dengan Perlindungan Maternalitas Buruh Perempuan” yang dimuat di majalah Egalita pada 2012.

Ia juga menulis buku berjudul “Perempuan Berdaya Nusantara Jaya: Landasan Advokasi Pemberdayaan Perempuan” yang terbit pada 2015.

Di luar aktivitas organisasi dan menulis, Liya juga memiliki pengalaman sebagai tenaga ahli di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Ia pernah menjadi Tenaga Ahli Komisi IX DPR RI pada 2008-2009. Selanjutnya, pada 2010-2014 ia menjadi Tenaga Ahli Komisi VIII DPR RI yang membidangi agama, sosial, penanggulangan bencana, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.

Ia juga pernah menjadi Tenaga Ahli Komisi X DPR RI pada 2014-2017 yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga, serta pariwisata.

Selain itu, Liya juga sesekali mengajar di almamaternya, Universitas Indonesia, khususnya pada Program Studi Kajian Wanita dengan materi metodologi feminis dan pengalaman penelitian perempuan.

Kabar duka ini meninggalkan duka yag mendalam bagi keluarga besar NU. Semoga almarhumah diterima iman islamnya dan ditempatkan di surga-Nya. Amin ya rabbal alamin.

Lokasi Kami