Setiap insan tentu ingin dicintai. Namun, cinta yang paling agung dan paling bernilai adalah cinta dari Allah سبحانه وتعالى. Ketika Allah mencintai seorang hamba, hidupnya akan dipenuhi keberkahan, hatinya diberi ketenangan, dan langkahnya diarahkan kepada kebaikan. Maka, menjadi hamba yang dicintai Allah adalah cita-cita tertinggi seorang mukmin.
Allah menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa cinta-Nya dekat dengan orang-orang yang berbuat baik. “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan (muhsinin).” (QS. Al-Baqarah: 195). Ini menunjukkan bahwa cinta Allah tidak diraih dengan angan-angan, tetapi dengan amal nyata—akhlak yang baik, ibadah yang tulus, dan kepedulian kepada sesama.
Rasulullah ﷺ juga bersabda dalam hadits qudsi:
“Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang kepadanya. Dan tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku terus mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya…” (HR. Bukhari).
Hadits ini memberi pelajaran bahwa jalan menuju cinta Allah dimulai dari menjaga kewajiban: shalat, puasa, zakat, dan ibadah lainnya. Setelah itu, memperbanyak amalan sunnah seperti shalat malam, sedekah, dan dzikir akan semakin mendekatkan seorang hamba kepada Rabb-nya.
Selain ibadah, akhlak juga menjadi sebab datangnya cinta Allah. Kejujuran, kesabaran, rendah hati, serta menjaga lisan adalah bagian dari sifat yang dicintai-Nya. Hati yang bersih dan niat yang ikhlas menjadi pondasi dalam setiap amal.
Menjadi hamba yang dicintai Allah bukan berarti hidup tanpa ujian. Justru terkadang ujian adalah tanda bahwa Allah ingin mengangkat derajat hamba tersebut. Ketika Allah mencintai seseorang, Dia membimbingnya untuk terus berada di jalan kebaikan dan menjauhkannya dari keburukan.
Semoga kita termasuk hamba yang selalu berusaha memperbaiki diri, menjaga ibadah, dan memperindah akhlak, sehingga layak mendapatkan cinta Allah. Karena ketika Allah telah mencintai seorang hamba, maka tiada lagi kebahagiaan yang lebih besar daripada itu.